Minggu, 18 Oktober 2015

Sampai Kapan?

Siapa yang akan sanggup bertahan? Aku mencoba untuk melangkah di tengah semua deraan. Semua serba gelap, semua menghimpit. 
Aku tidak akan menyerah. Apa artinya menjadi hamba Allah jika pada saat yang bersamaan menjadi pemuja setan. Pastor adalah gembala. Bukan rampok. Bukan juga pembunuh. Tetapi kamu yang di tanah Jawa, memburu dan coba memerangi umat katolik. 
Aku tidak yakin kamu bekerja untuk Tuhan, apa lagi hamba Tuhan. Saya jadi ingat Tano, yang dulu dalam setiap kesempatan mengkritik dengan pedas praktek mistik di lingkungan gereja katolik yang gila-ilaan. Bahkan, seingatku, Tano tersebut sampai mengatakan bahwa Gereja Katolik nunga gabe asarni begu ganjang". Tak berapa lama sesudahnya, Tano tersebut disingkirkan.
Nyata sekarang apa yang dikatakan Tano tersebut. Pastor, suster, dan jemaat katolik di Siantar dan Tanah Jawa secara bersama-sama dan tanpa malu mempraktekkan mistik yang gila-gilaan. Memang aneh, membangun gereja dengan asumsi berhasil merampok harta benda milik orang lain yang adalah orang katolik juga. Menjijikkan. Mau kemana Gereja Katoik jika terus merampok dengan menggunakan kekuatan-kekuatan mistik yang maha dahsyat itu. Sampai kapan Gereja Katolik bertahan dengan kefasikan dari pastor dan suster pemuja setan seperti di Siantar dan tanah jawa. 
Tuhan tolong  lindungi aku selalu..."