Selasa, 14 Juli 2020

EDS dan AN




Ada sekelompok tertentu orang merasa saya punya utang kepada mereka. Mereka beranggapan pernah mengirimkan dalam rentang waktu tertentu di tahun 2005-2006 sejumlah uang ke rekening saya. Saya tidak mengerti urusan itu dan saya tidak pernah tahu akan hal itu. 

Saya tahu kelompok mereka dan beberapa orang di antara mereka di Siantar yang sangat terkenal. Namun tidak satupun di antara mereka yang saya kenal secara pribadi dan saya juga tidak pernah berkomunikasi , apakah secara langsung, via telepon, e-mail atau sms (teknologi yang ada di tahun 2005-2006) dengan mereka. Namun belakangan saya ada mendengar klaim bahwa saya punya utang kepada mereka. Dari sisi apapun, klaim ini pasti tidak dapat dibenarkan.

Saya pernah berurusan dengan seorang perempuan di siantar yang saya kenal pada waktu masih di SMA (tidak satu sekolah).  Dulu keluarga mereka tetangga di Siantar.

Pada tahun 2005 saya mengalami kesulitan finansial yang sangat mengenaskan, entah mengapa.  Karena saya mengeluh kesulitan keuangan, si perempuan itu menyodorkan bantuan dan memberikan saya sejumlah uang. Sebelum saya terima uangnya saya pertanyakan bagaimana ketentuannya. Dia bilang saling membantu saja. “Kalau nanti uangmu ada dan aku kesulitan kamu bantu saya” saya ingat betul kata-kata itu. Jadi saya mau terima bantuannya (bukan pinjaman dan bukan utang). Setiap kali saya butuh uang, dia akan selalu mengirimkan yang saya butuhkan. Karaena jumlah uang yang dikirimmkan cukup banyak, menurut ukuran Siantar, saya heran juga dari mana uangnya dia ini. Saya tidak tahu sumber uangnya darimana. Kalau saya tanya darimana uangnya, dia bilang dia bisa putar arisan di Siantar. Karena saya butuh uang saya tidak terlalu memusingkan. Saya juga tidak pernah memeriksa rekening korang siapa yang kirim uangnya. Yang jelas saya berurusan dengan dia seorang saja.

Pada tahun 2007 keadaan keuangan saya membaik dan mungkin sangat baik. Sebaliknya si perempuan itu berbalik mengalami kesulitan finansial yang mengenaskan. Keadaan ekonomi mereka sangat hancur dan si perempuan itu harus berurusan dengan perkara pidana korupsi dan hampir masuk penjara. Perkaranya waktu itu cukup besar di Siantar dan sampai masuk koran Siantar/Simalungun segala.

Dia lalu meminta bantuan keuangan dari saya. Saya tentu membantunya karena saya sudah dibantu olehya. Setiap kali butuh uang, saya selalu memberikan sesuai yang dia minta, termasuk untuk menyekolahkan anaknya di sebuah sekolah katolik bergengsi dan sangat mahal di Medan. Mulaii dari uang masuk sampai uang sekolah dan uang kantong, uang asrama dan lain-lain saya kirim setiap bulan selama tiga semester (Juli 2007-Desember 2008, saya tidak lagi mengirimkan uang di bulan Januari 2009) pertama sekolah sma di Medan tersebut.   Awalnya si perempuan itu, untuk keperluan anaknya, minta dikirim uang langsung ke rekening anaknya di Bank BNI. Beberapa bulan kemudian, karena keuangan keluarga mereka sudah membaik, lalu siperempuan itu minta langsung dikirim uang bulanan anaknya ke rekening si perempuan itu di Bank BCA. Takut kalau suaminya curiga darimana uang anaknya.

Begitulah saya mengirimkan uang sebagai balasan telah membantu saya dalam masa kesulitan keuangan di tahun 2005-2006. Selain saya kirim uang kepada anaknya di awal sekolahnya di Medan, saya juga kirim uang langsung kepada si perempuan itu. Belum lagi kalau saya berkunjung ke Siantar maka saya juga selalu memberikan uang kepadanya.

Saya berhenti mengirimkan uang kepadanya karena saya mulai merasa tidak enak. Setiap kali minta uangg dikirim dan saya kirim, keesokan harinya dia telepon mengabarkan kalau dia pergi ke dukunnya di Samosir.  Menurut pengakuannya dia telpon saya  ketika dia sedang berada  di ferry jurusan Tiga Ras –Simanindo. Berdukun terus kerjanya si perempuan itu dan berniat dan sering mengirimkan santetnya untuk membunuh saya. 

Saya memilih untuk tidak mengirimi dia uang lagi. Kalau dijumlah juga, uang yang saya berikan padanya sudah jauh melebihi uang yang saya terima darinya, Saya menganggap tidak berutang apa-apa padanya, baik secara hukum, karena memang dari semula pembicaraan itu bukan utang, maupun secara faktual, karena uang yang sudah saya berikan jauh lebih besar dari yang sudah saya terima. 




Minggu, 12 April 2020

Paskah


Terkadang saya pikir sadis juga Pastor-pastor itu. Dalam perayaan ekaristi hanya Para Pastor yang makan lengkap, ada makanan (Roti atau Hosti)  dan ada minuman (Anggur) perlambang Tubuh dan Darah Kristus. Malangnya kepada jemaat hanya diberikan komuni hanya  makanan (Roti atau Hosti) tetapi tidak diberi minum (Anggur). 

Perayaan Ekaristi itu untuk mengenangkan Jesus. Perayaan mana diamanatkan oleh Jesus pada malam sebelum Dia dikhianati yaitu yang kemudian diperingati sebagai Kamis Putih. Bagi jemaat tentu kenangan akan Jesus itu tidak sempurna karena Jemaat hanya menyantap Tubuh Kritus tetapi tidak meminum Darah Kristus. Saya pikir iman Jemaatpun dapat kesedak (apporotan) karena menikmati makanan rohani tetapi tidak ada minuman rohaninya. Yang namanya makan harus ada minum.   Jadi yang mengenangkan Jesus, sebagaimana diamanatkan oleh Jesus,  hanyalah Pastor-pastor itu  (dan para Pro Diakon) saja. Jemaat hanya sekedar menjadi penonton dan sebagai upah datang menonton, jemaat diberikan Roti yang ukurannya jauh lebih kecil dari yang dinikmati Pastor-pastor itu.  Kalau Uskup yang memimpin Perayaan Ekaristi, Rotinya jauh lebih besar dan Roti untuk jemaat tetap ukurannya yang kecil.   

Kehadiran Virus Corona yang memaksa adanya Physical Distancing telah menghadirkan keadaan baru dimana Perayaan Ekaristi dilakukan Live Streaming. Dalam suasana ini tentu jemaat pada umumnya malah benar-benar hanya menonton Pastor-pastor itu mengenangkan Jesus. Pastor-pastorpun menjadi seperti selebriti.  Tidak ada komuni bagi jemaat. Saya membaca di Twitter ada Pastor yang menyebutkan istilah “Komuni Batin”. Saya tidak dapat mencerna makna dari “Komuni Batin” itu. Namun demikian, “Eme namasak digagat ursa/aha namasa ima diula”. Kalau lagi masanya live streaming ya live streaming.

Perayaan Paskah terlihat remang-remang. Saya yakin dulu Jesus tidak pernah terpikir akan ada Virus Corona.

Kristus bangkit Kristus Mulia. Selamat Paskah.  

Minggu, 16 Februari 2020

terlambat

kita tdk menyerang dan juga tdk memfitnah. kebenaran akan menemukan jalannya sendiri untuk tampil. 

apa yang bisa menutupi kebusukan? 

tikus, cicak, kecoa?

allangma akka bagudung, cicak dohot hiposmi, loak-loak.

harusnya berhenti ketika terjerembab di tanah jawa juli 2015.

tapi pamer kebodohan terus. lebay.


Minggu, 18 Oktober 2015

Sampai Kapan?

Siapa yang akan sanggup bertahan? Aku mencoba untuk melangkah di tengah semua deraan. Semua serba gelap, semua menghimpit. 
Aku tidak akan menyerah. Apa artinya menjadi hamba Allah jika pada saat yang bersamaan menjadi pemuja setan. Pastor adalah gembala. Bukan rampok. Bukan juga pembunuh. Tetapi kamu yang di tanah Jawa, memburu dan coba memerangi umat katolik. 
Aku tidak yakin kamu bekerja untuk Tuhan, apa lagi hamba Tuhan. Saya jadi ingat Tano, yang dulu dalam setiap kesempatan mengkritik dengan pedas praktek mistik di lingkungan gereja katolik yang gila-ilaan. Bahkan, seingatku, Tano tersebut sampai mengatakan bahwa Gereja Katolik nunga gabe asarni begu ganjang". Tak berapa lama sesudahnya, Tano tersebut disingkirkan.
Nyata sekarang apa yang dikatakan Tano tersebut. Pastor, suster, dan jemaat katolik di Siantar dan Tanah Jawa secara bersama-sama dan tanpa malu mempraktekkan mistik yang gila-gilaan. Memang aneh, membangun gereja dengan asumsi berhasil merampok harta benda milik orang lain yang adalah orang katolik juga. Menjijikkan. Mau kemana Gereja Katoik jika terus merampok dengan menggunakan kekuatan-kekuatan mistik yang maha dahsyat itu. Sampai kapan Gereja Katolik bertahan dengan kefasikan dari pastor dan suster pemuja setan seperti di Siantar dan tanah jawa. 
Tuhan tolong  lindungi aku selalu..."  

Jumat, 21 Oktober 2011

Doaku Rumahku


Setelah sekian lama ditolak oleh hidup
akan tiba waktuku untuk menikmati
buah dari benih yang kutabur 
dan merasa bangga dengannya
Banyak yang kumiliki yang membuatku sangat bangga 
tetapi aku selalu ingin lebih 
karena aku sadar diberi lebih oleh yang empunya hidup
dan aku yakin segera mendapatkannya.

Sia-sia kuberharap kau melepasku bebas
hanya doaku rumahku
tiada yang terpenjara didalamnya

Rabu, 27 Juli 2011

Kamu keliru

Kalau kamu kira aku ingin kembali seperti dulu, kamu pasti bermimpi. Aku bukan manusia kembali, aku selalu pergi ke tempat dimana aku seharusnya berada. Kutinggalkan dirimu karena kamu memang layak ditinggalkan. Pikiran sempitmu tidak dapat menampung hasratku. 


Ada bagian-bagian tertentu dari hidup yang tak layak ditinggal begitu saja. Aku datang demi masa-masa yang pernah aku jalani, tidak untuk tinggal. Aku sudah putuskan untuk pergi maka selamanya aku tidak akan pernah tinggal disini. Tidak ada yang diharapkan disini. Hanya hujatan yang ada, menghujat dan dihujat. Aku tidak nyaman di tempat dimana hal seperti ini terus berulang. Maka ada baiknya kamu hidangkan saja secangkir kopi uuntuk menghilangkan rasa kantukku atas hujatan yang berseliweran ini. Kita dapat bercanda sambil kamu biarkan aku menikmati apa-apa yang menurutkuu perlu aku nikmati. Mungkin aku harus tertawa lama melihat semua yang terjadi disini....

Kalau kamu mengira aku ingin tinggal, pastilah kamu keliru. Aku selalu pergi dan kembali hanya untuk mengenangkan yang pernah kulalui....

Sabtu, 08 Januari 2011

Pilihanmu

Berada di antara karang terjal berliku
Batu-batu karang menghadang.
ketika kemiskinan menjadi pilihan
kepuasan bathin tak terperikan
akupun terhimpit tak dapat berbuat

Terbanglah tinggi
angin selalu mendapat celah untuk keluar
meski pintu dan jendela tertutup
aku hanya perlu menciut dan meringankan tubuh
terbanglah aku tinggi

Apapun niatmu
apapun pilihanmu
tak terpengaruh jiwaku
kutawarkan keabadian
jiwamu meronta
berkutat dengan kegelapan


piala itu untukku
akan kureguk semua misteri di dalamnya
tanpamu
untukmu
kucukupkan masa lalumu yang pahit dan getir

Bintaro, 8 Januari 2011