Ada sekelompok tertentu orang merasa saya punya
utang kepada mereka. Mereka beranggapan pernah mengirimkan dalam rentang waktu
tertentu di tahun 2005-2006 sejumlah uang ke rekening saya. Saya tidak mengerti
urusan itu dan saya tidak pernah tahu akan hal itu.
Saya tahu kelompok mereka dan beberapa orang di
antara mereka di Siantar yang sangat terkenal. Namun tidak satupun di antara
mereka yang saya kenal secara pribadi dan saya juga tidak pernah berkomunikasi
, apakah secara langsung, via telepon, e-mail atau sms (teknologi yang ada di
tahun 2005-2006) dengan mereka. Namun belakangan saya ada mendengar klaim bahwa
saya punya utang kepada mereka. Dari sisi apapun, klaim ini pasti tidak dapat
dibenarkan.
Saya pernah berurusan dengan seorang perempuan di
siantar yang saya kenal pada waktu masih di SMA (tidak satu sekolah). Dulu keluarga mereka tetangga di Siantar.
Pada tahun 2005 saya mengalami kesulitan finansial
yang sangat mengenaskan, entah mengapa.
Karena saya mengeluh kesulitan keuangan, si perempuan itu menyodorkan
bantuan dan memberikan saya sejumlah uang. Sebelum saya terima uangnya saya
pertanyakan bagaimana ketentuannya. Dia bilang saling membantu saja. “Kalau
nanti uangmu ada dan aku kesulitan kamu bantu saya” saya ingat betul kata-kata
itu. Jadi saya mau terima bantuannya (bukan pinjaman dan bukan utang). Setiap
kali saya butuh uang, dia akan selalu mengirimkan yang saya butuhkan. Karaena
jumlah uang yang dikirimmkan cukup banyak, menurut ukuran Siantar, saya heran
juga dari mana uangnya dia ini. Saya tidak tahu sumber uangnya darimana. Kalau
saya tanya darimana uangnya, dia bilang dia bisa putar arisan di Siantar.
Karena saya butuh uang saya tidak terlalu memusingkan. Saya juga tidak pernah
memeriksa rekening korang siapa yang kirim uangnya. Yang jelas saya berurusan
dengan dia seorang saja.
Pada tahun 2007 keadaan keuangan saya membaik dan
mungkin sangat baik. Sebaliknya si perempuan itu berbalik mengalami kesulitan
finansial yang mengenaskan. Keadaan ekonomi mereka sangat hancur dan si
perempuan itu harus berurusan dengan perkara pidana korupsi dan hampir masuk
penjara. Perkaranya waktu itu cukup besar di Siantar dan sampai masuk koran
Siantar/Simalungun segala.
Dia lalu meminta bantuan keuangan dari saya. Saya
tentu membantunya karena saya sudah dibantu olehya. Setiap kali butuh uang,
saya selalu memberikan sesuai yang dia minta, termasuk untuk menyekolahkan
anaknya di sebuah sekolah katolik bergengsi dan sangat mahal di Medan. Mulaii
dari uang masuk sampai uang sekolah dan uang kantong, uang asrama dan lain-lain
saya kirim setiap bulan selama tiga semester (Juli 2007-Desember 2008, saya
tidak lagi mengirimkan uang di bulan Januari 2009) pertama sekolah sma di Medan
tersebut. Awalnya si perempuan itu, untuk keperluan
anaknya, minta dikirim uang langsung ke rekening anaknya di Bank BNI. Beberapa
bulan kemudian, karena keuangan keluarga mereka sudah membaik, lalu siperempuan
itu minta langsung dikirim uang bulanan anaknya ke rekening si perempuan itu di
Bank BCA. Takut kalau suaminya curiga darimana uang anaknya.
Begitulah saya mengirimkan uang sebagai balasan
telah membantu saya dalam masa kesulitan keuangan di tahun 2005-2006. Selain
saya kirim uang kepada anaknya di awal sekolahnya di Medan, saya juga kirim
uang langsung kepada si perempuan itu. Belum lagi kalau saya berkunjung ke
Siantar maka saya juga selalu memberikan uang kepadanya.
Saya berhenti mengirimkan uang kepadanya karena
saya mulai merasa tidak enak. Setiap kali minta uangg dikirim dan saya kirim,
keesokan harinya dia telepon mengabarkan kalau dia pergi ke dukunnya di
Samosir. Menurut pengakuannya dia telpon
saya ketika dia sedang berada di ferry jurusan Tiga Ras –Simanindo. Berdukun
terus kerjanya si perempuan itu dan berniat dan sering mengirimkan santetnya
untuk membunuh saya.
Saya memilih untuk tidak mengirimi dia uang lagi.
Kalau dijumlah juga, uang yang saya berikan padanya sudah jauh melebihi uang
yang saya terima darinya, Saya menganggap tidak berutang apa-apa padanya, baik
secara hukum, karena memang dari semula pembicaraan itu bukan utang, maupun
secara faktual, karena uang yang sudah saya berikan jauh lebih besar dari yang
sudah saya terima.
