Minggu, 06 September 2009

Belenggu

Rasanya seperti di tahanan. Hanya berputar-putar dalam ruangan. Tidak dapat pergi ke mana-mana. Bahkan ke luar pintupun tidak dapat. Sudah lama hal ini terjadi. Hanya dalam keadaan-keadaan yang tidak bisa dihindarkan aku dapat mengatasinya.

Suara-suara berdengung terus di telinga. Entah suara apa, tapi saya pikir seperti suara kunang-kunang di tengah ladang ketika senja tiba (kalau dalam bahasa Batak "Sese di balian". Terkadang suara ini menggumpal, memberat dan bertambah berat, lalu memukul kepalaku. Kalau kondisi ini terjadi maka sakitnya tidak ampun-ampun. Saya mulai mengalami hal ini sekitar pertengahan 2006. Pada awal-awalnya hal ini terjadi menjelang tidur. Suara-suara itu begitu berat dan memukul dengan telak. Pada tahun 2006 itu, aku tidak dapat tidur di malam hari. Aku dapat tidur kalau matahari ada dan oleh karenanya aku harus tidur dekat pintu supaya matahari dapat menerpaku waktu tidur. Sampai akhirnya suatu malam aku menemukan sendiri penangkalnya, secara kebetulan. Kalau kugunakan penangkal itu, suara-suara itu membelok dan tidak memukulku. Tetapi suara-suara berdengung itu sampai sekarang tidak hilang. Sayangnya aku merasa kurang nyaman dengan penyangkalnya itu. Kecuali kalau sudah sangat mengancam barulah aku menggunakannya.

Sampai sekarang hal itu masih terjadi, tetapi tidak sesakit pada awalnya. Lama-lama aku berusaha menikmati setiap pukulan di kepalaku dan kadang berhasil menahan rasa sakit itu. Sekarang hal itu ditambah lagi dengan adanya tekanan-tekanan di sekitar pelupuk mataku. Tidak terlalu sakit tetapi sangat tidak mengenakkan. Kalau hendak pergi dari rumah, seperti ada yang menahan. Dan banyak hari-hariku hanya berputar dalam rumah. Segalanya bertambah kelam.

Kapankah belenggu ini enyah....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar