Jika Tuhan menginginkan kematianku, dari dulu pasti Tuhan sudah mencabutnya dengan cara-caraNya sendiri dan aku takkan pernah dapat melawannya. Maka apalagikah yang harus kukhawatirkan. Siapakah orang-orang yang merasa dapat mengatur-atur hidupku sesuai dengan keinginannya? Aku tidak mempunyai kekuatan untuk melawannya tetapi aku yakin mereka tidak akan dapat menghabisiku dan hidup akan berlanjut terus.
Sekarang aku harus berkata padamu, perbuat yang kau mau. Aku tidak lagi perduli dengan segala perbuatanmu. Jika sekiranya perbuatanmu membawa manfaat bagimu, kecuali kepuasan batinmu yang tak berharga itu, maka dengan rela kuabdikan hidupku untukmu. Namun apa yang diperdapat. Hanya kesusahan bagiku dan bagimu, bagi keturunan-keturunanmun dan bagi banyak orang yang seharusnya mendapat manfaat dariku.
Hidup akan berlanjut terus dengan jalannya sendiri. Segala campur tangan yang kau rancang dan yang secara konsisten kau jalankan akan menuju pada kekecewaan bagimu. Pasti ada jalan terbentang dan pada masanya banjir airmata akan meliputi hidupmu yang nista itu. Dan kau setan, akan bertekuk lutut di hadapanku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar